Minggu, 10 Mei 2020

Perubahan Perilaku atau Kondisi Baru

Perubahan Perilaku atau Kondisi Baru
May 10, 2020 / RIZQINDRA


Malam itu, tepat pada malam 17 ramadhan 1441 H. Sesaat setelah menjalankan ibadah dari rumah (shalat tarawaih), saya langsung tertuju ke satu ruangan agak tengah yaitu kamar saya sendiri. Tempat yang bagi saya adalah ruang segalanya untuk menciptakan kenyamanan tersendiri. Disitu ada keinginan saya untuk memenuhi tugas-tugas yang belum terselesaikan, “yah namanya juga pelajar bro hehehe”. Dengan alunan melodi dari lagu yang saya dengar menjadi teman pada malam itu. Hingga pada akhirnya tugas-tugas saya telah terselesaikan.

Ketika orang-orang sudah tertidur lelap justru saya belum mengantuk sama sekali, tidak seperti biasanya padahal waktu sudah menunjukkan orang untuk tidur. Seketika bingung pada diri sendiri, dan saat itu juga saya berpikir akan melakukan apa setelah ini. Lalu, teringat satu hal yang seolah menarik untuk digali lebih dalam lagi. Sebuah artikel yang pernah saya baca dengan judul “Puasa dan Hidup Damai Bersama Korona”. Artikel yang berisi agar kita bisa hidup berdampingan dengan corona, sebagaimana manusia hidup bersama sekian banyak penyakit di sekitar kita. Sungguh benar adanya dan faktanya memang seperti itu.

Tidak dapat dipungkiri karena memang akibat dari menyebarnya virus corona ini banyak kehidupan sosial maupun ekonomi yang berantakan. Banyak langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi pandemi ini. Upaya-upaya preventif (pencegahan) sudah sering kali dihimbau agar dapat memutus rantai penyebarannya. Terutama untuk para garda terdepan dan tenaga medis yang berjuang  secara langsung di medan perang. Pemerintah berusaha menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tujuannya agar kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah berbagai kemungkinan yang terjadi. Bagi seorang pelajar seperti saya, langkah – langkah yang diambil pemerintah sudah sangat tepat, tinggal sejauh mana masyarakat dapat memahaminya.

Terlalu banyak statment dan teori konspirasi muncul yang seolah-olah terori tersebut terbukti kebenarannya, yang namanya teori bisa benar bisa salah. Tidak salah ketika banyak orang yang mengeluarkan teorinya, karena positifnya adalah untuk sama-sama menambah wawasan kita. Dikatakan salah ketika teori-teori itu tidak didasari dengan alasan (tidak logis) dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hanya sebagai obat penenang dirinya saja tanpa memikirkan orang-orang di sekitarnya. Yang perlu diingat adalah corona itu ada, tapi bukan untuk ditakuti namun waspada.


Saat dikaitkan dengan Perubahan Perilaku atau Kehidupan Baru, jika saya disuruh memilih maka saya pilih keduanya. Karena,  menurut saya kedua hal itu saling berkaitan. Jika ditanya mengapa saya memilih keduanya, bukankah mengubah perilaku seseorang untuk kehidupan yang  baru jauh lebih sulit dibandingkan kembali menjalani hidup seperti biasanya?. Pertanyaannya adalah untuk apa semua ini terjadi jika kita menginginkan corona berakhir namun cara hidup kita tidak berubah.

Selama dan pasca pandemi Covid-19 akan tercipta “New Normal” atau perubahan perilaku manusia dan kondisi baru dari sebelumnya. Dengan demikian, lebih peduli terhadap kebersihan dan lebih peduli terhadap kesehatan tubuh nantinya akan  jauh lebih penting. Sehingga, pada akhirnya kita harus saling mengingatkan dan berbenah diri untuk sama –sama mengambil hikmah dan pelajaran dibalik semua kejadian ini agar bisa menerima corona di dalam kehidupan kita.

Semangat Terus 

Selesai...